//
you're reading...
Bimbingan dan Konseling

EMOSI MARAH

A. Hakekat Emosi Marah

Elida Prayitno dan Erlamsyah mengatakan bahwa emosi merupakan reaksi psikologis yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku gembira, bahagia, sedih, berani , takut, marah, muak, haru cinta, sayang dan lain-lainnya. Salah satu emosi negatif adalah emosi marah. Namun emosi ini dapat dikatakan emosi yang sehat apabila diekspresikan secara bebas tetapi tidak merusak orang lain. Amarah adalah perasaan yang perlu untuk diungkapkan tanpa harus ada kebencian atau agresi.

Emosi marah lebih mudah timbul apabila dibandingkan dengan emosi lainnya dalam kehidupan remaja. Penyebab timbulnya emosi marah pada remaja adalah apabila mereka direndahkan, dipermalukan, dihina atau dipojokkan di hadapan kawan-kawannya. Pada dasarnya remaja cenderung mengganti emosi kekanak-kanakan mereka dengan cara yang lebih sopan, misalnya dengan cara diam, mogok kerja, pergi keluyuran keluar rumah, dan melakukan latihan fisik yang keras sebagai cara pelatihan emosi marah mereka (Mudjiran, dk).

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Emosi

Tumbuhnya emosi pada diri individu tentunya di sebabkan oleh mengaruh dari luar. Emosi positif timbul karena suasana hati atau faktor lingkungan yang mendukung  ke arah positif pada dirinya. Begitu juga halnya dengan emosi negatif. Berikut dapat disimpulkan penyebab yang sering menimbulkan emosi negatif yaitu:

1.      Orang tua atau guru memperlakukan mereka sebagai anak kecil yang menimbulkan harga diri mereka dilecehkan.

2.      Apabila dirintangi membina keakraban dengan lawan jenis.

3.      Terlalu banyak dirintangi dari pada disokong.

4.      Merasa disikapi secara tidak adil oleh orang tua.

5.      Merasa kebutuhan mereka tidak dipenuhi oleh orang tua.

6.      Merasa disikapi secara otoriter.

C. Pelatihan dan Pengekspresian Amarah

Penyaluran amarah secara sehat adalah penting. Agar amarah secara sehat terwujud perlu pengekpresian secara bebas tetapi tidak merusak orang lain. Ada dua model amarah yaitu amarah ke dalam (anger in) yang diarahkan ke dalam diri yang mengakibatkan depresi dan kebencian yang ditahan. Yang kedua amarah ke luar (anger out) yang diarahkan kepada orang atau benda lain yang merupakan pengekspresian dari perasaan benci dan permusuhan yang tertahan. Pengekpresian amarah secara terbuka sering diikuti rasa bersalah atau menyesal dan kemudian bisa menjadi alat mengontrol diri yang mengakibatkan pemendaman amarah dan kemudian mengubah amarahnya menjadi ‘anger in’ yang sering mengakibatkan depresi.

Cara-cara yang biasa digunakan orang dalam mengekspresikan amarah adalah sebagai berikut.

1. Repression

Mengalaminya tetapi segera melupakan perasaan marahnya.

2. Displacement

Memiliki perasaan marah terhadap seseorang atau benda yang sebenarnya bukan orang atau benda tersebut target dari amarahnya.

3. Controlling

Menahan dan mengendalikan secara emosional badai amarah yang sedang berlangsung dalam dirinya.

4. Suppression

Mengalami perasaan marah tetapi dipendam, sehingga tidak ada pengekspresian marah tersebut.

5.      Quiet crying

Penekanan perasaan marah dengan tanpa proses verbal atau fisik. Cara ini dapat meredakan emosi amarah dan mengubahnya menjadi kesediahan dan perasaan sakit dalam diri orang tersebut.

6. Assertive confrontation

Suatu respon langsung yang tegas terhadap seseorang atau benda yang membuat atau membangkit amarah.

7. Overreaction

Merusak atau menyakiti secara fisik suatu benda atau seseorang yang sebenarnya benda atau orang tersebut bukan sasaran amarah yang sesungguhnya

Ada beberapa langkah untuk terapi pelatihan amarah yang terkadang sering dianggap remeh. Adapaun langkah-langkah mengatasi amarah yang sedang berkecambuk menurut James J. Messina, Ph. D dan Constance M. Messina, Ph. D) adalah :

  1. Bersantailah dengan cara mengambil napas dalam-dalam dan tenang serta regangkan otot.
  2. Kenali apa yang menyebabkan atau memicu amarah Anda.
  3. Gunakan pendekatan rasional untuk berpikir dan membingkai ulang apa yang sedang terjadi serta mengapa anda marah.
  4. Ketika sudah mendapatkan pemikiran yang lebih jernih tentang apa yang sedang terjadi, ambil langkah untuk mengubah situasi yang dapat memicu amarah.

Selain itu James J. Messina, Ph. D dan Constance M. Messina, Ph.D juga memberikan beberapa langkah-langkah untuk membantu mengatasi amarah yang belum tersalurkan. Adapun langkah-langkah tersebut adalah :

1.      Ambil bantal atau guling kemudian masuklah ke dalam sebuah ruangan atau lokasi yang sepi.

2.      Ambil posisi berlutut di depan bantal atau guling itu.

3.      Mulailah membayangkan sebuah peristiwa atau seseorang yang terhadapnya Anda memiliki amarah yang belum tersalur.

4.      Pada saat Anda membayangkan situasi atau orang tertentu, mulailah memukul bantal atau guling tersebut dan teriakanlah bagaimana perasaan Anda terhadapnya.

5.      Teruskan memukul-mukul bantal atau guling tersebut, keluarkan perasaan Anda hingga Anda merasa puas.

6.      Mulailah menggunakan alasan atau rasionalitas Anda untuk membingkai atau menyatakan ulang situasi tersebut. Mulailah membuat diri Anda memaafkan situasi atau orang tersebut.

7.      Ketika Anda merasakan seakan-akan Anda sudah bisa memaafkan dan Anda merasa sudah mulai sembuh, tuliskanlah alasan-alasan yang membuat situasi atau orang tersebut tidak terlalu bisa disalahkan dan oleh karenanya bisa dimaafkan.

D. Cara Mengatasi Amarah

Jika emosi marah datang pada diri individu. Tidak semua orang yang dapat mengendalikannya karena kondisi mental seseorang tidaklah sama. Ada orang yang dapat mengendalikan emosi marahnya dan ada orang yang tak mampu mengendalikan rasa emosinya. Amarah yang tidak dapat terkendalikan tentunya ada penyebabnya. Adapun yang menjadi penyebab seseorang tidak dapat mengontrol  amarah adalah:

1.      Tidak pernah belajar menyalurkan amarah secara benar.

2.      Mencotoh perilaku yang sama dari orang tua.

3.      Pernah menjadi korban pelecehan mental, fisik, verbal atau seksual dalam keluarga atau orang lain.

4.      Usaha untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

5.      Usaha untuk mengendalikan situasi atau memaksakan kehendak.

6.      Keinginan untuk ‘tampak sempurna’ ketika marah.

7.      Memiliki kepribadian yang eksplosif.

8.      Amarah terpendam yang sangat menumpuk dan tak tertampung lagi.

9.      Merasa tidak aman dan kurang percaya diri.

10.  Sangat sensitif terhadap tindakan atau komentar orang lain.

11.  Mudah marah karena tidak menyukai orang yang telah memperlakukan Anda secara tidak adil.

Berbagai macam alasan yang menyebabkan seseorang tak dapat mengontrol emosi amarahnya, tapi tidak semua orang yang dapat atau mengetahui hal itu semua. Berikut ini cara untuk mencegah amarah yang tak terkendali menurut James J. Messina, Ph. D dan Constance M. Messina, Ph.D yaitu:

1.      Memberitahu lawan Anda secara tegas bahwa dia telah melanggar hak-hak Anda.

2.      Menampakkan amarah secara tegas dan jangan hanya menumpuknya dalam hati.

3.      Melakukan ‘Pelatihan Amarah’ terhadap setiap sesuatu yang membuat amarah Anda tak terkendali.

4.      Sebisa mungkin menghindari penyaluran amarah terhadap orang atau benda hidup.

5.      Membiarkan orang lain untuk meninggalkan Anda ketika Anda mengamuk.

6.      Jangan masuk dan menyetir mobil ketika Anda merasa sudah seperti akan meledak dan tak bisa mengendalikan amarah.

7.      Melakukan terapi “Pelatihan Amarah” di sebuah rungan terhadap obyek-obyek mati dan bukan terhadap orang/benda hidup.

8.      Melakukan latihan atau olahraga fisik yang keras dan melelahkan setiap hari.

9.      Lebih memilih menulis surat amarah dibandingkan harus melampiaskan amarah dengan cara mengamuk.

10.  Menenangkan diri dan mengendalikan ketegangan Anda.

11.  Kaji kembali pemikiran irasional yang membuat Anda kehilangan kendali amarah.

12.  Gantikan pemikiran irasional tersebut dengan pemikiran baru yang lebih rasional.

13.  Secara jujur analisis semua akibat dari amukan Anda.

14.  Identifikasi ‘tombol panas’ yang dapat membuat Anda kehilangan kendali amarah ketika ditekan.

15.  Secara sistematis redakan ‘tombol panas’ ini melalui sesi ‘Pelatihan Amarah’.

E. Kesimpulan

Masa remaja adalah masa transisi antara anak-anak dan dewasa. Remaja pada umumnya sering mengalami kebimbangan dalam bertindak atau dalam menghadapi persoalan hidup. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan emosi remaja terutama emosi marah yang lebih mudah terlihat. Oleh karena itu, sebaiknya remaja perlu mnegetahui bagaimanakah pengekspresian rasa marah agar tidak berdampak negatif.

Untuk mengatasi emosi marah yang berdampak negatif  James J. Messina, Ph. D dan Constance M. Messina, Ph.D telah memberikan beberapa langkah untuk mengatasi amarah yang tidak terkontrol. Langkah-langkah yang terkadang diremehkan orang banyak sebenarnya sangat perlu dipelajari dan dipahami oleh remaja. Jika hal itu dapat dipahami remaja, maka tindakan-tindakan berdampak negatif yang dilakukan remaja dapat berkurang.

F. Saran

Setelah kita melihat dan mempelajari bagaimanakah perkembangan emosi remaja yang sering mengalami kebimbangan, faktor-faktor penyebab dan cara mengatasinya, maka penulis menyarankan bagi pembaca dapat mempedomani isi makalah ini untuk menghadapi remaja yang sering mengalami emosi marah yang sering tidak terkontrol.

Selain itu penulis juga mengajak kerjasama pembaca untuk menghindari hal-hal yang dapat memancing emosi marah yang berdampak negatif terhadap remaja. Hal ini bertujuan agar emosi marah yang dimiliki remaja dapat berarah positif sehingga tindakan-tindakan yang dapat merusak tidak dilakukan oleh remaja dalam menyalurkan atau mengekspresikan emosi amarahnya.

G. REFERENSI

Prayitno, Elida dan Erlamsyah. 1999. Psikologi Perkembangan Remaja. Padang :UNP

Messina, James J dan Messina, Constance M. 2004.  Anger Work Out. Book

Marks

Thonthowi, Ahmad. 1991. Psikologi Pendidikan. Bandung: Angkasa.

Mudjiran dkk. 2002. Perkembangan Peserta Didik. Padang : UNP

About forumsejawat

http://id-id.facebook.com/baitur.r.isman

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: