//
you're reading...
Teknologi Pendidikan

TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PERANANNYA DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN

Beberapa Kecendrungan Pendidikan

Perkembangan masyarakat akan membawa pengaruh terhadap perkembangan nilai, prinsip, dan prosedur dalam pendidikan. Dahulu misalnya, nilai yang di anggap baik adalah “patuh” tanpa mempertanyakan alasan dan tujuan; distribusi normal dalam tiap kelompok di anggap sebagai prinsip yang harus dipegang; dan mengulang-ulang dianggap sebagai prosedur mengajar yang paling baik diterapkan untuk segala macam bidang ajaran.

Berbagai usaha pembaharuan kecil-kecilan (reformasi) memang telah dilakukan, namun kini yang sebenarnya diperlukan adalah transformasi pendidikan, dimana hakikat, lembaga, dan fungsi pendidikan dikembangkan dengan menggunakan nilai, prinsip, dan prosedur baru secara menyeluruh. Beberapa kecendrungan baru berikut ini, menurut Miarso (1988) dapat dijadikan dasar pertimbanagan perlunya usaha transformasi itu. Diantanya :

1.   Belajar menyelidik, yaitu meliputi kemampuan seseorang dalam menggunakan proses dan prosedur intelektual untuk memecahkan masalah akademis maupun praktis yang dihadapinya. Dalam kalangan ilmu alamiah kemampuan ini disebut dengan “belajar menemukan” (discovery learning)

2. Belajar mandiri, kemampuan ini penting karena keberhasilan dalam “kehidupan” akan diukur dari kesanggupan bertindak dan berpikir sendiri dan tidak tergantung kepada orang lain.

3. Belajar stuktur bidang studi, karena kemampuan manusia terbatas, sedang informasi terus bertambah, maka cara yang lebih bermakna adalah bila kita mampu mempelajari gagasan umum yang dijadikan dasar dalam menyusun, menafsirkan, dan mempekirakan gejala yang ada dalam bidang studi itu, atau dengan kata lain mempelajari struktur bidang studi.

4. Belajar mencapai penguasaan, prinsip ini didasarkan pada asumsi bahwa tiap peserta didik mampu menguasai apa yang dipelajarinya.

5. Pendidikan untuk perkembangan kepribadian, perkembangan ini merupakan perkembangan segala aspek kepriabadian secara utuh, bukan hanya menekankan pada aspek kognitif saja melainkan pula keyakinan, minat, dan nilai yang membentuk pribadi seseorang.

6. Pendekatan system, sebagai suatu prrosedur yang dikembangkan dalam ilmu manajemen, telah banyak diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

7. Persebaran waktu, pendidikan itu berlangsung sepanjang waktu, terutama waktu jaga setiap orang. Berkaitan pula dengan konsep “pendidikan sepanjang hayat” maka pendidikan ini mempunyai waktu yang sangat luwes.

8. Persebaran tempat, erat kaitanya dengan persebaran waktu, maka kegiatan pendidikan itu pada dasarnya dapat berlangsung dimana saja. Namun, bila mana dikehendaki agar pendidikan itu terarah dan terawasi perlu ditata terlebih dahulu bentuk kelembagaan dan tata caranya.

9. Keanekaragaman sumber, pada awalnya kebudayaan, manusia memperoleh pendidikan dari alam sekitarnya, yang terdiri dari sumber insani dan sumber non insani, yaitu berupa lingkungan, alat, media dan sebagainya.

10. Diferensiasi peranan, sejalan dengan adanya berbegai macam sumber insani, maka guru harus berbagi peranan dengan orang lain yang mempunyai tugas dan fungsi khusus.

11. Ekonomi pendidikan, pendidikan sebagai suatu proses yang menciptakan hasil, tidak mungkin terbebas dari pertimbangan ekonomi.

12. Perkembangan teori dan prinsip, ilmu pendidikan bukan disiplin yang mati, melainkan berkembang sesuai dengan perkembangan daya pikir, keadaan, dan kebutuhan manusia.

About forumsejawat

http://id-id.facebook.com/baitur.r.isman

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: