//
you're reading...
Manajemen Pendidikan, Pendidikan, Supervisi Pendidikan, Teknologi Pendidikan

Upaya Peningkatan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan (4)

Manajemen Berbasis Sekolah dalam Upaya Pengembangan Tenaga Guru

Manajemen Berbasis Sekolah  (MBS) merupakan slah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaaan ilmu dan teknologi, melalui pemberian otonomi pendidikan yang luas pada sekolah. Pemberian otomoni tersebut menuntut pendekatan manajemen yang lebih kondusif di sekolah agar dapat mengakomodasi seluruh keinginan sekaligus memberdayakan berbagai komponen masyarakat secara efektif, guna mendukung kemajuan dan sistem yang ada di sekolah.

Tujuan utama manajemen berbasis sekolah adalah meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat, dan penyederhanaan birokrasi. Peningkatan mutu diperoleh melalui partisipasi orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah, peningkatan profesionalisme guru, adanya hadiah (reward) dan hukuman (punishment) sebagai kontrol, serta hal lain yang dapat menumbuh kembangkan suasana yang kondusif. Pemerataan pendidkan tampak pada tumbuhnya partisipasi masyarakat terutama yang mampu dan peduli, sementara yang kuarang mampu akan menjadi tanggung jawab pemerintah. (Mulyasa, 2004 : 13).

Kepemimpinan dalam Manajemen Berbasis Sekolah

Kepemimpinan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam manajemen berbasis sekolah. Hal ini terkait bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi yang kondusif. Perilaku kepala sekolah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat, dan penuh pertimbangan terhadapa para guru, baik sebagai individu maupun kelompok. Perilaku positif dan antusisme dapat mendorong kelompok dalam mengrahkan dn memotivasi individu untuk senantiasa bekerja sama dalam kelompok untuk mewujudkan tujuan organisasi, dlam hal ini lembaga satuan pendidikan dasar.

Dalam kaitannya dengan peranan gaya kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja pegawai, perlu dipahami bahwa setiap pemimpin bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik bagi pegawainya, dengan memberi contoh yang baik. Pemimpin juga harus sabar, dan penuh pengertian. Dimana peran dan fungsi pemimpin dapat diartikan seperti motoo Ki Hadjar Dewantara yang berbunya : “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” (di depan menjadi teladan, ditengah membina semangat dan kemauan, dibelakang menjadi pendorong/ motivator). Pemimpin juga harus memiliki berbagai kemampuan diantaranya yang berkaitan dengan pembinaan disiplin pegawai dan motivasi.

Koordinasi dan Komunikasi dalam Manajemen Berbasis Sekolah

Koordinasi sangat diperlukan dalam manajemen berbasis sekolah, dalam upaya menyatukan kesamaan pandangan antara berbagai pihak yang berkepentingan dengan kegiatan dan tujuan sekolah, seperti guru, kepala sekolah, personil sekolah, orang tua, dan masyarakat. Berupa koordinasi yang bersifat intern maupun ekstern.

Handayaningrat (1992) dalam Mulyasa (2004 : 132) mengemukakan karakteristik koordinasi sebagai berikut :

a.       Tanggung jawab koordinasi terletak pada pimpinan.

b.      Koordinasi adalah kerjasama.

c.       Koordinasi merupakan proses yang terus menerus (continue process).

d.      Pengaturan usaha kelompok secara teratur.

e.       Kesatuan tindakan merupakan inti koordinasi.

f.       Tujuan koordinasi adalah tujuan bersama (common purpose).

Sejalan dengan koordinasi, komunikasi dalam manajemen berbasis sekolah meliputi komunikasi internal dan eksternal. Komunikasi intern lebih menekankan pada pengembangan komunikasi antar personil secara sehat. Sedangkan komunikasi eksternal meliputi hubungan sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat secara umumnya, baik secara individu maupun kelembagaan.

Supervisi dalam Manajemen Berbasis Sekolah

Secara umum Supervisi Pendidikan diarahkan pada pembinaan guru dan staf sekolah. Kepala sekolah/ pengawas berkewajiban untuk memberikan segala bantuan dalam bentuk bimbingan dan penyuluhan terhadap berbagai aspek dalam KBM sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai secara optimal. Lebih lanjut, Good Carter dalam Sahertian (2000 : 17) menyatakan bahwa supervisi merupakan suatu usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran, dan metode serta evaluasi pengajaran.

Lebih luas lagi pandangan Kimball Wiles dalam Sahertian (2000 : 18) bahwa supervisi ialah bantuan yang diberikan untuk memperbaiki situasi belajar mengajar yang lebih baik. Mengacu pada pengertian tersebut, jelas bahwa supervisi bukan merupakan suatu aktivitas yang bernuansa mencari kesalahan guru maupun staf administrasi sekolah lainnya, melainkan membimbing, mengarahkan dan memberi pertunjuk teknis dalam rangka meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas utamanya.

Lebih lanjut Kimball menjelaskan bahwa situasi belajar mengajar di sekolah akan lebih baik tergantung kepada keterampilan supervisor sebagai pemimpin. Seorang supervisor yang baik memiliki lima keterampilan dasar yaitu :

a.       Ketermpilan dalam hubungan-hubungan kemanusiaan.

b.      Keterampilan dalam proses kelompok.

c.       Keterampilan dalam kepemimpinan pendidikan.

d.      Keterampilan dalam mengatur personalia sekolah.

e.       Keterampilan dalam evaluasi.

Tujuan Supervisi Pendidikan

Tujuan supervisi pendidikan ialah memberikan layanan dan bantuan kepada guru-guru untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas. Sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Peter F. Olivia dalam Sahertian (2000 : 19) bahwa sasaran (domain) supervisi pendidikan ialah :

a.       Mengembangkan kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolah.

Sejalan dalam penerapan kurikulum, hendaknya guru mampu membaca pokok-pokok bahasan, konsep, dan tema-tema yang dirumuskan dalam kurikulum tersebut. Kemudian tugas guru ialah merancangkan berbagai indikator berupa pengalaman belajar dan kegiatan belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

b.      Meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah.

Untuk mencapai peningkatan proses pembelajaran, guru merancangkan sejumlah pengalaman belajar. Melalui perolehan pengalaman belajar peserta didik memperoleh pengertian, sikap penghargaan, kebiasaan, kecakapan, dan lainnya melalui sebuah kegiatan belajar berupa kegiatan mengamati, mendengarkan, menanggapi, kegiatan berbicara, kegiatan menerima, dan kegiatan merasakan. Sejumlah pegalaman belajar tersebut dapat bersifat sahih (valid), lengkap (komprehensif), beragam (variasi), dan pengalaman yang bersifat relevan.

c.       Mengembangkan seluruh staf di sekolah

Latar belakang supervisi yang utama adalah bahwa guru-guru perlu bertumbuh dalam jabatannya, maka setiap guru harus berusaha untuk mengembangkan dirinya. Baik pada usaha yang dilakukan berupa kebijakan yang daimbil oleh pimpinan  maupun usaha yang datang dari guru itu sendiri untuk meningkatkan kualitas profesi mengajarnya.

Fungsi Supervisi Pendidikan

Fungsi Supervisi pendidikan ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran. Swearingen dalam Sahertian (2000 : 21) menganalisis secara lebih luas dengan mengemukakan 8 fungsi supervise sebagai berikut :

a.       Mengkoordinasi semua usaha sekolah.

b.      Memperlengkapi kepemimpinan sekolah.

c.       Memperluas pengalaman guru-guru.

d.      Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif.

e.       Memberi fasilitas dan penilian yang terus-menerus.

f.       Menganalisis situasi belajar-mengajar.

g.      Memberikan pengetahuan dan keterampilan pada setiap anggota staf.

h.      Memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.

Prinsip-prinsip Supervisi Pendidikan

Upaya penerapan supervisi pendidikan ini hendaknya dilakukan dalam suasana pola pikir yang konstruktif dan kreatif. Berupa suatu sikap yang menciptakan situasi dan relasi dimana guru-guru merasa aman dan merasa diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. Untuk itu supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data, fakta yang objektif. Bila demikian, maka prinsip supervisi yang dilaksanakan adalah :

a. Prinsip Ilmiah (scientific).

Prinsip ilmiah mengandung ciri-ciri sebagai berikut :

1)      Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar.

2)      Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data seperti angket, observasi, percakapan pribadi, dan seterusnya.

3)      Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis, berencana, dan kontinu.

b. Prinsip Demokratis.

Servis dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusiaan yang akrab dan kehangatan, bukan berdasarkan atasan dan bawahan, tapi berdasarkan rasa kesejawatan, sehingga guru-guru merasa aman utuk mengembangkan tugasnya.

c.       Prinsip Kerja sama.

Mengembangkan usaha bersama atau menurut istilah supervise “Sharing of idea, sharing of experience”, memberi support mendorong, menstimulasi guru, sehingga mereka merasa tumbuh bersama.

d.      Prinsip Konstruktif dan Kreatif.

Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitas kalau supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara menakutkan.

Teknik-teknik dalam Pelaksanaan Supervisi

Umumnya alat dan teknik supervisi dapat dibedakan dalam dua macam alat/ atau teknik. Diantaranya :

a.       Supervisi yang Bersifat Individual.

1)            Perkunjungan Kelas (unannounced dan announced visitation).

2)            Observasi Kelas (direct dan indirect observation).

3)            Percakapan Pribadi (individual conference).

4)            Saling Mengunjungi Kelas (intervisitation).

5)            Penyeleksi berbagai Sumber Materi untuk Mengajar.

6)            Menilai Diri Sendiri (self evaluation check list).

b.      Teknik Supervisi yang Bersifat Kelompok.

1)            Pertemuan Orientasi bagi Guru Baru (orientation meeting for new teacher).

2)            Panitia Penyelenggara.

3)            Rapat Guru.

4)            Implikasi Hasil Rapat Guru-guru.

5)            Diskusi sebagai Proses Kelompok.

6)            Tukar-menukar Pengalaman (sharing of experience).

7)            Lokakarya (workshop).

8)            Diskusi Panel.

9)            Seminar.

10)        Symposium.

11)        Demonstrasi Mengajar (demonstration teaching).

12)        Perpustakaan Jabatan.

13)        Buletin Supervisi.

14)        Membaca Langsung (direct reading).

15)        Mengikuti Kursus.

16)        Organisasi Jabatan (professional organizations).

17)        Laboratorium Kurikulum (curriculum laboratory).

18)        Perjalanan Sekolah untuk Anggota Staf (field trips).

Terkait dengan teknik dalam pelaksanaan supervisi pendidikan diatas, Sahertian dalam Samana (1994 : 96) mengemukakan langkah dalam supervisi pendidikan sekolah yang disarankan adalah rangkaian kegiatan supervisi klinis, yang tahapan alur kerjanya sebagai berikut :

a.       Ciptakan hubungan yang baik antara supervisor dengan guru.

b.      Merencanakan kegiatan supervisi (dimungkinkan dengan mengikutsertakan guru).

c.       Mengadakan observasi dan pencatatan data.

d.      Menganalisis data dan menyimpulkannya.

e.       Mengadakan percakapan tindak lanjut dengan para guru yang bersangkutan.

f.       Tindakan perbaikan (remidiasi).

About these ads

Tentang forumsejawat

http://id-id.facebook.com/baitur.r.isman

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: