//
you're reading...
Manajemen Pendidikan

MANAJEMEN KINERJA GURU (bagian 2)

Usaha-usaha untuk Meningkatkan Kinerja Guru

Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Oleh sebab itu guru perlu diberi dorongan untuk bekerja lebih baik lagi agar tercipta kinerja yang tinggi sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Menurut Herzberg (dalam Bafadal, 1992; 70) menyatakan faktor-faktor pendorong kerja dalam meningkatkan kinerja guru adalah “prestasi, pengakuan, tanggung jawab, promosi, kerja itu sendiri dan pertumbuhan”.

Sehubungan dengan kebutuhan-kebutuhan yang mendorong kinerja guru, maka Wiles (dalam Bafadal, 1992; 71) mengindentifikasikan delapan kebutuhan guru yaitu :

(1) rasa aman dan hidup layak, (2) kondisi kerja yang menyenangkan, (3) rasa diikutsertakan, (4) perlakuan yang jujur dan wajar, (5) rasa mampu, (6) pengakuan dan penghargaan, (7) ikut ambil bagian dalam pembuatan kebijakan sekolah, (8) kesempatan mengembangkan self respect”.

 

Pidarta (1992; 173) mengatakan bahwa “usaha-usaha yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru adalah (1) meningkatkan kinerja guru melalui menempatkan guru sesuai dengan keahlian dan pengalamannya, (2) meningkatkan kinerja guru melalui meningkatkan motivasi kerja guru, (3) meningkatkan kinerja guru melalui meningkatkan partisipasi dan kreatifitas guru, (4) meningkatkan kinerja guru melalui melakukan tindakan persuasi, (5) meningkatkan kinerja guru melalui memberi teladan.

Berdasarkan penjelasan dan kutipan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa usaha untuk meningkatkan kinerja guru yang utama adalah dengan memberikan motivasi dan memperhatikan kebutuhan dasar guru. Guru tidak akan dapat bekerja dengan baik dan benar, jika kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi dan motivasi tidak diberikan.

 

Tugas Guru Dalam Proses Pendidikan.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (2003; 36) Bab XI pasal 39 ayat (1) Tenaga Kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Sementara ayat (2) menyatakan “pendidikan merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sutjipto dkk (1984; 31 – 32) mengatakan bahwa “… guru mempunyai tiga tugas utama yaitu (1) mendidik (fungsi educational), (2) mengajar (fungsi instructional) (3) mengelola kelas (fungsi manajerial)”. Ketiga fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dengan kata lain seorang guru dituntut untuk dapat melaksanakan ketiga fungsi tersebut di sekolah.

Kinerja guru sebagai pendidik profesional sesungguhnya sangat komplek, tidak terbatas pada saat berlangsungnya interaksi belajar mengajar di dalam kelas. Ibrahim (1992; 23) mengemukakan bahwa “guru juga bertugas sebagai tenaga edukatif dan aministratif.

Adapun tugas guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar menurut Keputusan Menpen No. 26 tahun 1989 disebutkan bahwa tugas pokok guru adalah penyusunan program pengajaran, penyajian program pengajaran, evaluasi belajar, analisis hasil evaluasi belajar dan pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan.

Tugas guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang diselenggarakan guru tercapai, apabila dilakukan dengan pengelolaan terhadap proses pembelajaran. Pelaksanaan itu mencakup empat hal, yakni 1) perencanaan pembelajaran, 2) melaksanakan proses pembelajaran, 3 menilai proses pembelajaran dan 4) memberikan tindak lanjut. Berikut ini akan dijelaskan satu persatu tugas pokok tersebut.

a.   Perencanaan Proses Pembelajaran

Setiap guru dituntut untuk menyusun perencanaan pengajaran untuk seluruh bidang studi. Arbi dkk (1988) menyatakan guru juga harus merencanakan kegiatan belajar mengajar yang meliputi : memilih dan mengembangkan bahan pengajaran, memilih dan mengembangkan strategi belajar mengajar, memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai dan memilih dan memanfaatkan sumber belajar.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional (1994/1995; 32) menyatakan bahwa “penyusunan rencana pengajaran meliputi langkah-langkah sebagai berikut :

1).  mempelajari susunan program GBPP

2).  mempelajari kalender pendidikan

3).  memperhatikan jadwal pelajaran

4). mengkaji dan mengembangkan materi (pokok bahasan atau tema) serta memperhatikan sasaran dan pendekatannya

5).  menjabarkan tujuan pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran khusus

6).  menentukan metode pembelajaran

7).  menyusun dan menata kegiatan belajar mengajar

8).  menentukan alat dan bahan pelajaran yang diperlukan

9).  menentukan  alokasi waktu

10) menetapkan cara penilaian

 

Berdasarkan penjelasan dan kutipan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek perencanaan pengajaran yang akan dilihat dalam penelitian ini meliputi : 1) merencanakan pengorganisasian bahan pengajaran, 2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar, 3) merencanakan pengelolaan kelas, dan 4) merencanakan kegiatan media dan sumber pengajaran.

b.   Pelaksanaan Proses Pembelajaran

Melaksanakan proses pembelajaran merupakan tugas guru dalam mengajar di sekolah, karena kegiatan ini akan melakukan suatu proses penciptaan hubungan siswa dengan lingkungan belajarnya untuk mencapai tujuan pengajaran. Arbi dkk (1990) menyatakan “Dalam melaksanakan pengajaran guru dituntut untuk mampu menciptakan sistem belajar mengajar yang tepat dan hidup, seperti menerapkan prinsip-prinsip CBSA, mengatur ruang kelas dan mengelola interaksi belajar mengajar dengan baik..

Pelaksanaan proses belajar mengajar berintikan interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar merupakan dua hal yang berbeda, tetapi membentuk satu kesatuan. Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa, sedangkan mengajar adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru.

Berdasarkan petunjuk pelaksanaan kegaiatan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994; 4) diuraikan bahwa “kegiatan yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar adalah apersepsi, kegiatan inti, penilaian proses belajar mengajar”.

Kegiatan dalam pelaksanaan pengajaran adalah menyajikan materi pelajaran sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan pengajaran itu sendiri dan melaksanakan apa yang akan direncanakan dalam memanfaatkan sumber belajar. Materi pembelajaran adalah bahan yang akan diberikan kepada siswa untuk dapat dicerna dan dikuasai oleh siswa sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai dalam waktu yang telah direncanakan dalam perencanaan proses pembelajaran.

Tugas guru dalam pelaksanaan pengajaran adalah benar-bernar menentukan dan memilih materi yang cocok dan bagus bagi pencapaian tujuan pendidikan. Guru harus selektif dalam memilih materi. Ini bisa dilakukan dengan membaca dan menguasai kurikulum yang dipakai.

Menggunakan media dan metode merupakan hal yang perlu dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru harus menggunakan metode yang sesuai dengan kurikulu dan tujuan pendidikan, kemudian penggunaan media juga harus diperhatikan sehingga siswa dapat menyerap pelajaran dan menimbulkan keinginan untuk terus mengikuti pelajaran.

c.   Pelaksanaan Penilaian Proses Pembelajaran

Untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan belajar siswa, perlu dilakukan penilaian terhadap hasil belajar, yang dapat dilakukan melalui teknis tes maupun non tes.

Nurkancana dan Sunartana mengemukakan bahwa dalam penyusunan tes hasil belajar ada beberapa langkah yang ditempuh, seperti (1) menyusun kisi-kisi, (2) menulis soal, (3) menata soal, (4) menetapkan skor, (5) reproduksi tes, (6) analisis empiris terhadap suatu tes hasil belajar”.

Penilaian berfungsi untuk mendapatkan informasi sejauh mana keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dapat dicapai. Dari hasil penilaian dapat memberikan masukan untuk perbaikan pelaksanaan proses pembelajaran selanjutnya. Guru harus selalu mengukur dan menilai hasil kerja siswa, terutama yang menyangkut kegiatan belajar mengajar, baik proses maupun hasil belajarnya.

Depdikbud (1996; 14) menjelaskan : evaluasi harian adalah kegiatan penilaian yang dilakukan sehari-hari; ulangan umum adalah kegiatan penilaian yang dilakukan setiap akhir catur wulan; evaluasi adalah ujian tahap akhir bagi siswa tingkat akhir.

d.   Pemberian Tindak Lanjut

Setelah melaksanakan evalusi dan mengetahui sejauh mana pembelajaran dapat dicapai, tugas guru selanjutnya adalah menindaklanjuti langkah apa yang harus diambil dalam memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam proses pembelajaran maupun menyempurnakan proses pembelajaran itu sendiri. Memberi tindak lanjut dapat dilakukan dengan cara melakukan remedial, kalau hasil evaluasi tidak mencapai target, dan pengayaan bagi siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar.

About forumsejawat

http://id-id.facebook.com/baitur.r.isman

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: