//
you're reading...
Manajemen Pendidikan, Pendidikan

PERENCANAAN PENDIDIKAN (2)

Perencanaan Stratejik Organisasi Pendidikan

Perencanaan stratejik adalah perencanaan yang berhubungan dengan proses penetapan tujuan, pengalokasian sumber-sumber untuk mencapai tujuan, dan kebijakan yang akan diambil sebagai pedoman untuk memperoleh dan menggunakan sumber itu. Perencanaan ini bersifat normatif karena keputusan diambil berdasarkan pertimbangan (judgement) dari para perencana. Perencanaan ini biasanya banyak dilakukan oleh pimpinan suatu organisasi.

Perencanaan stratejik berisi aktivitas sebagai berikut :

1. Merumuskan visi, misi dan nilai lembaga

Visi merupakan gambaran masa depan yang ideal yang dibentuk anggota organisasi. Pernyataan tersebut menunjukkan kemana arah tujuan pendidikan dibawa dan seperti apa keadaaan yang diinginkan. Visi yang dilengkapi dengan penunjuk waktu akan lebih efektif bagi organisasi melakukan perubahan-perubahan dalam memberdayakan organisasi.

Contoh Visi Pendidikan Kepulauan Riau

“Menjadikan Masyarakat Kepulauan Riau menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Mandiri, Kompetitif, Berakhlak Mulia dan Bertamadun Melayu”

Misi merupakan rumusan umum mengenai tindakan yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan misi. Misi yang jelas akan sangat membantu pencapaian hasil yang efektif, bermutu, akuntabel, dan mampu memberikan kepuasan masyarakat, termasuk didalamnya efisiensi penggunaan anggaran.

Contoh Misi Pendidikan Kepulauan Riau

  1. Memberikan pelayanan pendidikan yang prima kepada masyarakat.
  2. Meningkatkan mutu di semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan berbasis IT.
  3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan.
  4. Meningkatkan daya saing lulusan dan berjiwa wirausaha.
  5. Menerapkan pendidikan Budi Pekerti, Budaya Daerah dalam Kurikulum.

Nilai menjelaskan bagaimana cara kita melakukan tugas masing-masing untuk mencapai misi organisasi. Terdapat beberapa makna nilai bagi organisasi, yaitu togetherness, empathy, assit, maturity, willingness, organizational, respect, kindness, integrity, innovative, flexibility, wisdom, ethies, responsibility, creativity, discipline, dan sense of belonging.

2. Analisis lingkungan strategis

  • Analisis Lingkungan Internal (ALI), berupa pencermatan dan identifikasi terhadap kondisi internal organisasi, menyangkut organisasi, biaya operasional, efektifitas organisasi, SDM, sarana dan prasarana, maupun dana yang tersedia. Pencermatan dilakukan atas dasar mengelompokkan hal-hal yang merupakan kekuatan (strength) atau kelemahan (weakness) organisasi dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran.
  • Analisis Lingkungan Eksternal (ALE), berupa pencermatan dan identifikasi terhadap kondisi lingkungan di luar organisasi yang dapat terdiri dari lingkungan ekonomi, teknologi, social, budaya, politik, ekologi, dan keamanan. Pencermatan ini akan menghasilkan indikasi mengenai peluang (opportunities) dan tantangan (threats) organisasi dalam mewujudkan tujuan dan sasaran organisasi.

    3. Faktor-faktor kunci keberhasilan

    Faktor kunci keberhasilan merupakan factor-faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan maupun kegagalan pencapaian misi organisasi. Penentuannya dilakukan melalui beberapa tahapan:

      • Mengaitkan kajian dengan visi, misi dan yang langsung dengan tugas pokok dan fungsi organisasi
      • Menginventarisasi perkiraan masalah yang mungkin timbul dalam melaksanakan misi organisasi
      • Menganalisis masalah-masalah yang ada dengan menggunakan pendekatan isu strateji krisis (critical strategy issue), yaitu dengan menghitung bobot dampak masalah yang telah diidentifikasi (ringan, sedang dan berat) dan selanjutnya dianalisis kepentingannya untuk penentuan faktor kunci keberhasilan.

        4. Tujuan dan sasaran

          • Tujuan mengandung usaha untuk melaksanakan tindakan atau rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. Tujuan harus menegaskan mengenai sesuatu secara SMART (specific, measurable, attainable, realistic, and time bounding) atau (khusus, dapat diukur, dapat diwujudkan, realistis, dan berjangka waktu tertentu).
          • Sasaran organisasi adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. Sasaran merupakan focus tindakan, di samping hal-hal yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat diwujudkan, juga harus dapat menyatakan alokasi anggaran dan sumber-sumber yang akan mendukung pelaksanaannya. Sasaran dilaksanakan dalam jangka pendek, untuk selanjutnya keberhasilan organisasi diukur dengan menyesuaikan tujuan jangka panjang dengan critical strategy issue.

            5. Strategi (kebijakan, program, dan kegiatan)

              • Strategi organisasi merupakan suatu persyaratan mengenai arah dan tindakan yang diinginkan pada waktu yang akan datag mencakup langkah-langkah berisikan program-program indikatif dan tindakan-tindakan manajemen untuk mewujudkan visi dan misi.
              • Program adalah instrument kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan.
              • Kegiatan adalah satuan aktivitas yang dilaksanakan untuk mengimplementasikan program. Satuan kegiatan menjadi alokasi untuk Rencana Analisis Biaya (RAB).

                6. Evaluasi kinerja

                Dapat berupa pemantauan dan evaluasi yang memberikan umpan balik terhadap keberlangsungan atau masa depan rencana.

                 

                Proses Perencanaan Pendidikan

                Depdikbud (1982), mengemukakan langkah-langkah yang ditempuh dalam proses penyususnan perencanaan pendidikan yaitu: (a) pengumpulan dan pengolahan data, (b) diagnosis, (c) perumusan kebijakan, (d) perkiraan kebutuhan masa depan, (e) perhtungan biaya, (f) penetapan sasaran, (g) perumsan rencana, (h) perincian rencana, (i) implementasi rencana, (j) evaluasi rencana, dan (k) revisi rencana. Secara lebih rinci diuraikan sebagai berikut:

                1. Pengumpulan dan pengolahan data, perkembangan pendidikan pada masa sekarang sangat prlu diketahui dan dipahami secara jelas oleh perencana pendidikankarena gambaran keadaan iu akan dijadikan dasar untuk penyusunan perencanaan pendidikan. Langkah pertama imengidentifikasi jenis data yang diperlukan
                2. Jenis data yang dikumpulkan  berkenaan dengan sistem pendidikan, baik data kuantitatif, data sarana dan prasarana , keadaan penduduk, geografi, lapangan kerja dll.
                3. Diagnosis, data yang sudah terkumpul harus dianalisis dan didiagnosis. Menganalisis data merupakan proses untuk menghasilkan suatu informasi. Mendiagnosisi keadaan pendidikan dapat dilakukan melalui penelitian dengan jalan meninjau segala usaha dan hasil pendidikan, termasuk mengkaji rencana yang sudah disusun tetapi belum dilaksanakan. Dalam mendiagnosis keadaan pendidikan dipergunakan kriteria-kriteria seperti relevansi, efektifitas dan efesiensi.
                4. Perumusan kebijakan, merupakan suatu pembatasan gerak tentang apa-apa yang akan dijadikan keputusan oleh orang lain. Suatu kebijakan di bidang pendidikan dirumuskan secara melembaga oleh pemerintah dengan melibatkan instansi-instansi terkait. Iasanya kebijakan pendidikan sudah dituangkan dalam Repelita. Para perencana pendidikan tetap memegang peranan penting terutama dalam memberikan nasehat teknis dalam perumusan kebijakan.
                5. Perkiraan kebutuhan masa depan, perencanaan pendidikan harus mampu memperkirakan kebutuhan masa depan, sehingga rencana yang lengkap dapat disusun.
                6. Perhitungan biaya, menghitung untuk semua kebutuhan yang sudah diidentifukasikan di masa datang. Perhitungan biaya dilakukan dengan menggunakan satuan biaya atau standardisasi harga yang berlaku untuk setiap kelompok kebutuhan dengan memperhatikan fluktuasi harga
                7. Penetapan sasaran, para perencana pendidikan meneliti sasaran-sasaran pendidikan untuk masa yang akan datang. Dari sasaran itu ditetapkanlah dana untuk masing-masing tingkatan sekolah
                8. Perumusan rencana, perencanaan yang disusun pada dasarnya ditujukan untuk, mnyajikan serangkaian rancangan keputusan untuk disetujui dan menyediakan pola secara matang
                9. Perincian rencana, rencana yang telah dirumuskan dilakukan dengan cara, yaitu penyusunan program dan identifikasi serta perumusan proyek. Penusunan program adalah membagi-bagikan rencana kedalam kelompok kegiatan. Setiap kegiatan dalam kelompok ini harus saling menunjang, dan meuju tujuan yang sama.
                10. Implementasi rencana, fase ini sudah sampai pada pelaksanaan rencana yang disusun. Implementasi ini mulai dilakukan apabila masing-amasing proyek yang diusulkan sudah disahkan. Oleh karena itu kerangka organisasi untuk berbagai proyek dikembangkan berdasarkan biaya tahunan. Disamping itu dikembangkan rencana operasionalnya sepefrti pendelegasian wewenang, penugasan tanggungjawab, pengadaan mekanisme umpan balik dan pengawasannya.
                11. Evaluasi rencana, dapat dikatakan sebagai kegiatan akhir dari proses perencanaan sebelum revisi dilakukan. Penilaian berkaitan dengan kemajuan/perkembangan dan penemuan penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan suatu rencana. Penilaian yang dilakukan juga bermanfaat untuk melihat rangkaian kegiatan dalam proses perencanaan
                12. Revisi rencana, dilakukan berdasarkan hasil evaluasi rencana. Revisi bertujuan untuk memperbaiki, melengkapi atau menyempurnakan rencana yang akan datang berdasarkan pengalaman masa lalu (rencana yang sudah dilaksanakan)

                 

                Perencanaan Pendidikan di Indonesia

                Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya pewarisan nilai, yang akan jadi penolong dan penuntun umat manusia dalam menjalani kehidupan, sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Secara ekstrim dapat dikatakan, bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalanani oleh bangsa tersebut.

                Pendidikan merupakan bagian dari supra system pembangunan nasional. Keterkaitan antara system pendidikan nasional dan system-sistem lainnya di dalam supra system pembangunan nasional dapat dilihat pada gambar berikut:

                Pembangunan nasional, sebagaimana tertuang dalam GBHN, adalah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila di dalam wadah NKRI. Pembangunan nasional sebagai supra system yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Tujuan semua system bermuara pada tujuan supra system yaitu tujuan Pembangunan Nasional.

                Pendidikan Nasional, menurut UU No 2 Tahun 1989 dan No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional. Sebagai sebuah system. pendidikan nasional membina dan mengembangkan subsistem pendidikan formal, nonformal, dan informal. Keseluruhan subsitem tersebut  dilaksanakan dengan kesatuan visi dan misi sebagai berikut:

                Visi Pendidikan Nasional

                “Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua Warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah”

                Misi Pendidikan Nasional

                1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.
                2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.
                3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral
                4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntbilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan
                5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks NKRI.

                Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang

                 

                Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Menengah

                Visi Kementrian Pendidikan Nasional 2010-2014

                “Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif “

                Misi Kementrian Pendidikan Nasional 2010-2014

                Kebijakan Pendidikan di Indonesia

                Tiga Pilar Kebijakan Pendidikan

                1. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan;

                2. Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan;

                3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan.

                 

                Referensi :

                Coombs, Philip H. 1982. Apakah Perencanaan Pendidikan itu?. Bhratara Karya Aksara: Jakarta

                Engkoswara dan Komariah, Aan. 2010. Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

                Endang Soenarya. 2000. Teori Perencanaan Pendidikan. Yogyakarta: Adi Cita

                Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan Tinggi. 1985. Perencanaan Pendidikan. Depdiknas

                Jusuf Enoch. 1995. dasar-dasar perencanaan Pendidikan. Bumi Aksara: Jakarta

                Rivai, Veithzal dan Murni, Silviana. 2008. Education Management.

                About forumsejawat

                http://id-id.facebook.com/baitur.r.isman

                Diskusi

                Belum ada komentar.

                Tinggalkan Balasan

                Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

                Logo WordPress.com

                You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

                Gambar Twitter

                You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

                Foto Facebook

                You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

                Foto Google+

                You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

                Connecting to %s

                %d blogger menyukai ini: