//
you're reading...
Manajemen Pendidikan, Pendidikan

PERENCANAAN PENDIDIKAN (1)

Perencanaan pendidikan sudah ada sejak zaman dahulu. Bangsa Sparta sejak 2500 tahun yang lalu telah merencanakan pendidikan untuk merealisasikan tujuan militer, sosial, dan ekonomi mereka. Plato dalam bukunya Republik menulis tentang rencana pendidikan yang dapat menjamin tersedianya tenaga kepemimpinan dan politik yang dibutuhkan oleh Athena. China dalam pemerintahan dinasti Han dan Peru pada masa kejayaan, kerajaan Inca merencanakan pendidikan mereka untuk menjamin kelangsungan hidup negara masing-masing.

Bangsa jepang melalui disiplin yang kuat lahir sebagai sebuah bangsa yang kuat, demikian juga pasca hantaman bom atom Nagasaki dan Hiroshima kembali merumuskan pendidikan melalui sisa-sisa pendidik dan tenaga kesehatan yang tersisa.

Begitupun bangsa Indonesia, dengan semangat untuk terlepas dari belenggu penjajahan telah lahir berbagai lembaga pendidikan melalui pesantren-pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan tradisional, hingga lahirnya Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan, Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara,  Sumatera Thawalib, Diniyyah School oleh Zainuddin Labay, Diniyyah Puteri oleh Rahmah El-Yunussiyah, dan INS Kayutanam oleh Moh. Syafe’i.

Pengertian Perencanaan

Pengertian Perencanaan Pendidikan

Ciri-ciri Perencanaan Pendidikan

  1. Perencanaan pendidikan mengutamakan nilai-nilai manusiawi, pendidikan membangun manusia yang harus mampu membanguna dirinya dan masyarakatnya
  2. Perencanaan pendidikan harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan segala potensi peserta didik seoptimal mungkin
  3. Perencanaan pendidikan harus memberikan kesempatan yang sama bagi setiap peseta didik
  4. Perencanaan pendidikan harus komprehensif dan sistematis (menyeluruh dan terpadu) serta disusun secara logis dan rasional serta mencakup berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan
  5. Perencanaan pendidikan harus diorientasikan pada pembangunan, program pendidikan ditujukan untuk membantu sumber daya manusia (SDM) yang dibtuhkan oleh berbagai sektor pembangunan
  6. Perencanaan pendidikan harus dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis
  7. Perencanaan pendidikan harus menggunakan resource secermat mungkin
  8. Perencanaan pendidikan harus berorientasi kepada masa datang
  9. Perencanaan pendidikan harus responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat, tidak statis, tetapi dinamis
  10. Perencanaan pendidikan haruslah merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan hingga pembaharuan terus-menerus berlangsung

Fungsi dan tujuan Perencanaan Pendidikan

  1. Sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian pendidikan
  2. Menghindari pemborosan sumber daya
  3. Alat pengembangan quality assurance
  4. Upaya untuk memenuhi accountability kelembagaan

Pentingnya Perencanaan pendidikan

Perencanaan pendidikan merupakan langkah utama yang sangat penting dalam keseluruhan proses pendidikan. Pentingnya perencanaan pendidikan dapat disusun secara rinci dikemukakan sebagai berikut:

  1. Dengan adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan
  2. Dengan perencanaan dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui
  3. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi, cara yang terbaik
  4. Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas
  5. Dengan adanya rencana maka akan ada suatu pengawasan atau evaluasi kinerja usaha atau organisasi termasuk pendidikan

Prinsip-Prinsip Perencanaan Pendidikan

Depdiknas (2006) merinci prinsip perencanaan pendidikan sebagai berikut :

  1. Memperbaiki hasil pendidikan
  2. Membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan )
  3. Demand driven
  4. Menyeluruh
  5. Keterkaitan dengan RPS, Rencana Pendidikan Dinas Provinsi, Renstrada, Repetada, dsb
  6. Partisipasi
  7. Keterwakilan
  8. Data driven
  9. Realistis sesuai dengan hasil analisis SWOT
  10. Mendasarkan pada hasil review dan evaluasi
  11. Keterpaduan
  12. Holistik/ tersistem
  13. Transparansi, dan
  14. Keterkaitan serta kesepadanan dengan rencana-rencana instansi terkait.

Jenis-jenis dan lingkup Perencanaan Pendidikan

Perencanaan pendidikan dapat dikelompokkan kedalam berbagai jenis sesuai dengan dasar pembagiannya. Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan Tinggi Depdikbud 1985 membagi perencanaan menjadi lima jenis yaitu:

Perencanaan menurut besarannya

  1. Perencanaan makro
  2. Perencanaan meso
  3. Perencanaan mikro

Perencanaan menurut teba telaahnya,

  1. Perencanaan strategis
  2. Perencanaan manajerial
  3. Perencanaan operasional

Perencanaan menurut rancangan sistem,

  1. Perencanaan perbaikan
  2. Perencanaan pengembangan

Perencanaan menurut peranan pemerintah

  1. Perencanaan wajib
  2. Perencanaan arahan

Perencanaan menurut menurut jangka waktunya.

  1. Perencanaan jangka pendek
  2. Perencanaan jangka menengah
  3. Perencanaan jangka panjang

Perencanaan dilihat dari sudut timbulnya perencanaan

  1. perencanaan yang datang dari bawah (bottom up)
  2. perencanaan dari atas (top down).
  3. Gabungan dari keduanya

Perencanaan berdasarkan pendekatannya

  1. perencanaan terpadu
  2. perencanaan terpisah.

Perencanaan dilihat dari sudut pelakuknya

  1. perencanaan individu
  2. perencanaan kelompok.

Lingkup perencanaan atau menurut besarannya perencanaan dapat dibedakan menjadi perencanaan makro, meso dan  mikro.

Perencanaan makro adalah perencanaan yang mempunyai ruang lingkup nasional. Perencanaan makro berusaha menetapkan tujuan yang ingin dicapai, kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh dan cara-cara mencapai tujuan itu pada tingkat nasional.

Secara umum perencanaan makro berusaha menjawab pertanyaan- pertanyaan sebagai berikut:

  1. apakah tujuan pendidikan nasional?
  2. pendekatan apakah yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut?
  3. lembaga apakah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut?
  4. bagaimana seharusnya organisasi-organisasi pendidikan diatur sehingga menunjang tercapainya tujuan tersebut?
  5. program-program apakah yang perlu diadakan untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut?
  6. sumbetr-sumber apakah yang dapat dipakai untuk menunjang program-program tersebut?
  7. apakakah kriteria keberhasilan usha pendidikan itu?

Perencanaan meso adalah perencanaan yang berusaha menjabarkan hal yang sudah disusun dalam perencanaan makro. Usaha penjabaran itu dilakukan secara lebih rinci kedalam bentuk program-program dalam dimensi yang lebih kecil. Perencanaan meso ini sudah lebih bersifat operasional, disesuaikan dengan keadaan daerah, departemen atau unit-unit. Karena merupakan penjabaran dari perencanaan makro maka kebebasannya dibatasi oleh apa yang sudah ditetapkan dalam perencanaan makro.

Perencanaan mikro merupakan perencanaan yang dilakukan pada tingkat institusional. Perencanaan mikro merupakan penjabaran lebih lanjut dari perencanaan yang disusun pada tingkat meso. Dalam proses penyususnannya kekhususan misi lembaga sangat diperlukan, tetapi tidak boleh bertentangan dengan apa yang sudah ditetapkan dalam perencanaan makro ataupun perencanaan meso.

About forumsejawat

http://id-id.facebook.com/baitur.r.isman

Diskusi

8 thoughts on “PERENCANAAN PENDIDIKAN (1)

  1. thanks🙂

    Posted by fatia | 11 Maret 2011, 08:57
  2. Terimakasih artikelnya ^^

    Posted by Tom | 10 Juli 2011, 10:29
  3. tanks artikelnya, sangat bagus sekali

    Posted by kifli09 | 3 Desember 2011, 21:42
  4. artikel diatas… sangat plus…. memaang suatu program pendidikan akan berhasil… dengan adanya perencanaan yang matang dan mengetahui seluk beluk pendidikan…

    Posted by amrizon70 | 15 Januari 2012, 09:47
  5. mantap sekali artikelnya, trimakasih banyak😀
    Islam dan Ilmu Pengetahuan

    Posted by Abdul Halim | 10 November 2012, 09:32
  6. (y)

    Posted by jhena | 24 November 2013, 15:28

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: langkah-langkah penyusunan perencanaan pendidikan | ahmadsaefudinalghosyeh - 8 April 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: